Thursday, September 12, 2013

BI Klaim Nilai Tukar Rupiah Berangsur Stabil [ BeritaTerkini ]



JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) melihat nilai tukar rupiah berangsur-angsur berada pada posisi stabil. Selain itu, pasar valuta asing (valas) antar bank pun mulai kembali aktif.

Berdasarkan catatan BI, hingga akhir Agustus 2013 tekanan pada nilai tukar rupiah masih berlanjut. Pada periode itu, rupiah ditutup pada Rp 10.920 per dollar AS atau melemah 5,8 persen dibandingkan akhir Juli 2013.

“BI menilai perkembangan nilai tukar rupiah dewasa ini konsisten dengan kondisi fundamental,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah saat mengumumkan hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Di samping itu, lanjut Difi, perkembangan nilai tukar rupiah juga mendukung peningkatan ekspor dan penurunan impor dalam proses penyesuaian defisit transaksi berjalan. Difi juga mengatakan dewasa ini rupiah berangsur-angsur stabil.

Pada tanggal 11 September 2013 rupiah diperdagangkan di pasar pada posisi sekitar Rp 11.350 sampai Rp 11.515 per dollar AS.

“Pada hari ini nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatan,” kata Difi. BI sebagai bank sentral, lanjutnya, akan tetap melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

Sore ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sedikit melemah dari kemarin, yaitu Rp 11.494 per dollar AS.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko

  • Menanti Sebuah Keajaiban buat Rupiah
  • Dollar AS Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat
  • Kenaikan BI Rate Antisipasi Pelemahan Rupiah
  • Anak Ahmad Dhani Kecelakaan
  • Penembakan Polisi
  • iPhone 5C dan 5S
  • MotoGP San Marino
  • Kisah Zaskia Gotik dan Vicky
  • Wacana Pemindahan Ibu Kota
PKL Kota Tua: Ahok! Lu Dipilih Sama Rakyat, Kenapa Ngomong Begini…
Ical: Yang Penting Memenuhi Syarat, Bukan Elektabilitas
Skutik Berdecit, Nih Penyebabnya!
Belanda secara Resmi Minta Maaf atas Pembantaian pada 1940-an
Waspadai 7 Penyakit Tanpa Gejala Berikut Ini



YOUR COMMENT